Sabtu, 09 November 2013

Tugas Ringkasan KSI Lanjut

Ringkasan Supply Chain Management

Garis Besar definisi Supply Chain adalah Sebuah rangkaian atau jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerja secara bersama-sama untuk membuat dan menyalurkan produk atau jasa kepada konsumen akhir/pelanggan. Dengan kata lain Supply Chain Management adalah adalah manajemen terhadap aliran antar dan diantara tahapan supply chain untuk memaksimalkan profitabilitas keseluruhan supply chain
Beberapa pihak memberikan definisi/pengertian manajemen rantai pasok (SCM) sebagai berikut:
a. Lambert  (1998),  menyatakan  bahwa  SCM  merupakan  integrasi  atas  proses-
proses  bisnis  dari pengguna akhir melalui pemasok awal  yang  menyediakan produk, jasa, dan informasi yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

b. Menurut  Simchi-Levi  (2002),  SCM  adalah  suatu  kumpulan  pendekatan  yang digunakan untuk mengintegrasikan secara efisien antara pemasok, perusahaan manufaktur, pergudangan, dan toko, sehingga barang diproduksi dan didistribusikan pada kuantitas, lokasi, dan waktu yang benar, untuk meminimumkan biaya-biaya pada kondisi yang memuaskan kebutuhan tingkat pelayanan.

Dalam Supply Chain terdapat 3 aliran peran yaitu material, Informasi dan uang. 

Supply chain yang umum memiliki tahap-tahap:
–  Pelanggan
–  Retailer
–  Wholesaler/ Distributor
–  Manufacturer
–  Component/ Raw material suppliers

Srategi Supply Chain
          Strategi supply chain yang tepat merupakan elemen penting dalam implementasi strategi bisnis perusahaan. Perusahaan-perusahan harus dengan hati-hati merencanakan kapasitas dan peramalan permintaannya agar supaya menghindari bullwhip effect dan menjamin ketepatan waktu penyampaian pesanan pelanggan dan meminimalkan kelebihan persediaan. Sumber utama persoalan-persoalan yang selalu menciptakan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan adalah ketidakpastian. Ketidakpastian tidak terlepas dari sisi permintaan dan sisi penawaran dari kebanyaka supply chain. Sebagai langkah pertama dalam mengevaluasi dan meningkatkan kinerja supply chain, Fisher dan Lee mengembangkan kerangka kerja untuk memahami ketidakpastian yang ada dalam supply chain. Fisher memfokuskan kerangka kerjanya pada ketidakpastian sisi permintaan, sedangkan kerangka kerja Lee memperluasnya dengan memasukkan ketidakpastian sisi penawaran. Kerangka kerjanya mengkategorikan produk-produk sebagai fungsional atau inovatif, didasarkan pada ketidakpastian karakteristik pemintaan dan penawarannya.
          Produk fungsional adalah produk-produk tipe komoditi dengan permintaan stabildan profit marginnya rendah, sedang produk inovatif adalah produk baru yang memiliki derajad inovasi tinggi dan biasanya permintaannya tidak stabil dan profit marginnya tinggi.
          Pembedaan yang sama dapat dilakukan atas ketidakpastian yang berhubungan dengan sisi penawaran. Suatu produk dengan stable supply process dapat diproduksi dengan cara yang dapat diprediksi, sebaliknya produk yang diproduksi yang sulit diprediksi disebut evolving supply process.Namun demikian, Lee mencatat bahwa dalam hal ini tidak selalu bahwa produk-produk fungsional memiliki stable supply process dan produk-produk inovatif memiliki evolving supply process. Misalnya, permintaan tahunan untuk tenaga listrik untuk suatu wilayah adalah predictable, tetapi penawaran/pasokan listrik tenaga air tidak, karena bergantung pada jumlah curah hujan di wilayah tersebut.
          Pemahaman atas perbedaan-perbedaan tersebut dengan tetap memperhitungkan ketidakpastian permintaan dan penawaran mengusulkan suatu kerangka kerja yang seragam bagi supply chain management. Terdapat empat strategi untuk pengelolaan supply chain secara efektif, yaitu: efficient supply chain; risk-hedging supply chain, responsive supply chain; dan agile supply chain.
Efficient supply chain cocok untuk produk-produk fungsional dengan stable supply processes. Dalam kondisi lingkungan seperti ini, strategi supply chain sebaiknya memfokuskan pada strategi penurunan biaya. Produk-produk seperti ini biasanya ada dalam suatu lingkungan persaingan yang tinggi yang didominasi oleh strategi persaingan biaya rendah. 
Studi kasus dari Supply chain dari pabrik kertas :
Awal supply chain adalah hutan kayu yang menghasilkan bahan untuk kertas, atau gudang bahan yang didaur ulang yang mengawali proses pembuatan kertas. Bahan baku kertas perlu dilengkapi dengan bahan penolong agar bahan baku dapat diproses menjadi kertas. Bahan penolongnya banyak sekali, misalnya air yang melimpah, bahan kimia yang sangat banyak jenisnya, plastik dan alat pengikat untuk packaging dsb.
Disamping itu, pabrik kertas banyak menggunakan berbagai jenis peralatan dan puluhan ribu jenis material serta suku cadang, yang awal supply chainnya adalah pabrik baja dan pabrik pembuat peralatan material, dan suku cadang tersebut.

Tantangan dalam Mengelola Supply Chain
Kompleksitas Struktur Supply Chain
–  Melibatkan    banyak    pihak    dengan    kepentingan    yang    berbeda-beda
(bertentangan?)
–  Perbedaan bahasa, zona waktu dan budaya antar perusahaan
Ketidakpastian
–  Ketidakpastian permintaan
–     Ketidakpastian pasokan: lead time pengiriman, harga dan kualitas bahan baku, dll
–     Ketidakpastian internal: kerusakan mesin, kinerjamesin yang tidak sempurna, ketidakpastian kualitas produksi dll

Optimalisasi Supply Chain
1. Tuntutan pelanggan yang terus berkembang
Dengan  makin  terbukanya  pasar  bebas  yang  mendunia  (globalisasi),  maka terjadi banyak dan begitu ketat persaingan antar perusahaan dan antar produk.
2. Kekuasaan Retail yang Makin Besar.
Pengendali  utama  supply  chain  adalah  consumer,  maka  yang  berhubungan dengan  itu  adalah  para  retailer  yang  menanggapi  kehendak  dan  tuntutan
consumers yang makin meningkat dengan mengadakan perubahan-perubahan besar dalam penataan, dekorasi, teknik pelayanan dan personil tokonya.
3. Dilema dalam pencapaian Optimalisasi
Langkah  yan  penting  dalam  melakukan  manajemen  supply  chain  adalah menggalng, memperbaiki komunikasi harian diantara semua pelaku supply, mulai dari hilir sampai ke hulu. Komuniasi ini dapat mencegah kelambatanpengadan barang maupun penumpukan barang digudang yang berlebihan.

4. Kendala dalam Membangun Kepercayaan
Beberapa hal yang melatarbelakangi kendala membangun kepercayaan adalah sbb:
Masih banyaknya anggapan bahwa supplier atau pihak lain adalah “lawan”
atau bahkan “musuh” dalam berbisnis dan bukan “mitra”

5. Patnering sebagai Suatu Solusi
Meyakini memiliki tujuan yang sama (common goal) Saling menguntungkan  (mutual benefit)
Saling percaya (mutual trust) Bersikap terbuka (transparent)
Menjalin hubungan jangka panjang (long term relationship)
Terus menerus melakukan perbaikan dalam biaya dan mutu barang/jasa

6. Teknologi Informasi sebagai Katalisator
Keberhasilan  manajemen  supply  mungkin  dapat  dicapai  tanpa  menggunakan jasa teknologi informasi, yang dalam kasus ini harus bercirikan antara lain :
Hadrware dan software-nya mampu digunakan antar organisasi/perusahaan
Clear information
Real time POS (Point Of Sales) information
Customer and network friendly
Highl level effectiveness and efficiency


 Sumber
Buku Teks
Chopra, S., and Meindl, P. (2001). Supply chain management: Strategy, planning, and operations. New Jersey - Prentice-Hall.
Pujawan, I N. (2005). Supply chain management. Guna Widya. Simchi-Levi, D., Kaminski, P., and Simchi-Levi, E. (2000).
Designing and managing the supply chain: Concept, strategies, and case
studies. Irwin McGraw-Hill.
Handfield, R.,  and  Nichols, Jr.,  E.  L.  (2002). Supply  chain  redesign: Transforming supply chains into integrated value systems. New Jersey: Financial Times - Prentice Hall.



















Jumat, 31 Mei 2013

Tugas Bahasa Indonesia

Contoh Surat Resmi dan Curiculum Vitae


Curiculum Vitae

Nama                                     :  Jayadi

Tempat, Tanggal Lahir         :  Cirebon, 06 Desember 1992

Jenis Kelamin                     :  Laki-laki

Agama                                    :  Islam

Kewarganegaraan               : Indonesia

Alamat                                   : Jl. Pahlawan Komarudin III Rt003 Rw 05 Cakung Jakarta Timur 

Telephon                                : 08998490442

Latarbelakang Pendidikan : 2004 – 2007 : SMP 138, Jakarta Timur
    2007 –2010 : SMA 102, Kayutinggi Jakarta Timur
    2010-sekarang : Universitas Gunadarma , Bekasi Selatan

Pengalaman Pekerjaan      : Part time di Studio musik Mellow 

Periode                   : Mei 2005 – Januari 2008

sumber 

Sabtu, 27 April 2013

Tugas Bahasa Indonesia

Nama :Jayadi
Npm : 19110647
Kelas : 3KA26


A. Pengertian
Generalisasi ialah proses pemalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum. (Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi (E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai,2009 : 152))

Sahih atau tidak sahihnya simpulan dari generalisasi itu dapat dilihat dari hal-hal berikut.
1) Data itu harus memadai jumlahnya. Makin banyak data yang dipaparkan, makin sahih simpulan yang diperoleh.
2) Data itu harus mewakili keseluruhan. Dari data yang sama itu akan dihasilkan simpulan yang sahih.
3) Pengecualian perlu diperhatikan karena data-data yang mempunyai sifat khusus tidak dapat dijadikan data.

Contoh Kalimat:
Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.

Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik.
Pernyataan "semua bintang sinetron berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:
Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.

 Contoh Paragraf Generalisasi
            Para atlet memiliki latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat dan lentur. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan mental yang kuat.                                                              Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.

 DAFTAR PUSTAKA


Zaenal arifin, E, S. Amran Tasai. 2009. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Presindo

http://id.wikipedia.org/wiki/Generalisasi

Selasa, 19 Maret 2013

Tugas 1 sistem

Jayadi
19110647
3KA26


1. Pengertian System 
Pengertian Sistem Menurut Para Ahli  - Konsep Dasar Sistem
Menurut Fat pengertian sistem adalah sebagai berikut :“Sistem adalah suatu himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian–bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (Unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif”.

Pengertian Sistem Menurut Indrajit (2001: 2) mengemukakan bahwa sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
Pengertian Sistem Menurut Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.

Pengertian Sistem Menurut Murdick, R.G, (1991 : 27) Suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.  .

Pengertian Sistem Menurut Jerry FutzGerald, (1981 : 5) Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Pengertian Sistem Menurut Davis, G.B, (1991 : 45 ) Sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran

Definisi Sistem Menurut Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo (1984: 78) “Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.”

Definisi Sistem Menurut Lani Sidharta (1995: 9), “Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama”



2. Klasifikasi system 

> Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem phisik (physical system). 
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara phisik. Misalnya sistem teologia , yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan. 
Sistem phisik merupakan sistem yang ada secara phisik misalnya sistem komputer , sistem akuntasi, sistem pruduksi, dan lain sebagainnya.

> Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). 
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada system yang benar-benar tertutup. Yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatip tertutup tidak benar-benar terbuka).
Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifat terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendali yang baik. 


 > Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). 
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti. Sehingga interaksi antara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. 
Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. 

>  Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi , 
sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine system atau ada yang menyebut dengan man-machine system, karena menyangkut penggunaan komputer yang ber-interaksi dengan manusia.
 Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks
 Sistem Sederhana:  Sistem yang tidak rumit atau sistem dengan tingkat kerumitan rendah (Contohnya: Sistem Sepeda, Sistem Mesin Ketik, Sistem Infiltrasi Tanah)
 Sistem Kompleks: Sistem yang rumit (Contohnya: Sistem Otak Manusia, Sistem Komputer, Sistem Keseimbangan Hara Essensial dalam Tanah).

sumber 

http://ci-muetz.blogspot.com/2010/05/klasifikasi-sistem.html
http://andiidian.blogspot.com/
http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html







Senin, 24 Desember 2012

Tugas Diksi

A.    Pengertian Diksi
1.      Menurut Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia (1997-233) disebutkan bahwa diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras untuk mengungkapkan gagasan sehingga memperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).
2.      Menurut Kridalaksana (1993-44) bahwa diksi ialah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam berbicara di depan umum atau dalam karang-mengarang.
3.      Didalam  Wikipedia, diksi mempunyai dua arti, yang pertama merujuk pada pilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulisan atau pembicara. Arti kedua diksi lebih umum digambarkan dengan seni berbicara sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa diksi adalah pemilihan kata yang ditujukan untuk memberikan maksud dari pembicara kepada pendengar agar memperoleh efek atau tindakan tertentu.

B. Pedoman diksi
Dari pengertian diksi ada pakar yang berpendapat seperti Keraf dan Soedjito yang menjabarkan bahwa dalam membuat diksi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :
1.      Ketetapan diksi
Ketetapan diksi adalah kesamggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan-gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembicara. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a.       Memilih kata yang bermakna konotasi dan denotasi
Dalam membuat kalimat kita perlu memilih kata yang tepat baik karena denotasinya maupun konotasi. Makna denotasi adalah makna yang sesungguhnya, sedangkan makna konotasi adalah makna yang bukan sebenarnya.
Contoh kalimat konotasi :
Para koruptor itu cuci tangan dari kasus wisma atlet.

Dalam kalimat diatas kata cuci tangan tidak berarti mencuci tangannya namun berarti sudah tidak turut campur atau terlibat dalam masalah itu.
 

Contoh kalimat Diksi

Sejak dua tahun yang lalu ia membanting tulang untuk memperoleh kepercayaaan masyarakat
Dia adalah wanita cantik (denotatif)
Dia adalah wanita manis (konotatif)
APBN RI mengalami kenaikan lima belas persen (kata konkrit)
Kesesuaian diksi
Kata-kata dalam pembuatan kalimat hendaknya disunting sesuai dengan tingkatan orang yang mendengarnya. Misalnya, jika berbicara dengan orang desa yang pendidikannya rendah, hendaknya tidak menggunakan kata-kata yang kurang dimengerti oleh mereka. Dibawah ini syarat-syarat kesesuaian diksi dalam situasi formal dan umum:
a.       Menggunakan pemakaian kata/tutur percakapan
Kata tutur adalah kata yang hanya dipakai dalam pergaulan sehari-hari, terutama dalam percakapan, seperti bilang, bikin, makanya, nantinya, beli, baca, nggak, udah, dan sebagainya. Kata-kata tersebut tidaklah formal, oleh karena itu tidak selayaknya dipakai dalam situasi yang formal.
b.      Menghindari bahasa nonstandar dalam situasi formal
Setiap kata-kata yang diucapkan tidak hanya menunjukkan sikap orang, tetapi juga merefleksikan tingkah laku sosial dari orang-orang yang menggunakannya. Sehingga jika seseorang memakai bahasa nonstandar digunakan dalam situasi yang formal akan mengakibatkan ketidakformalan atau ketidakseriusan situasinya.
c.       Menghindari kata/istilah ilmiah dalam situasi umum
Kata/istilah ilmiah hendaknya dipakai dalam situasi yang khusus. Seperti, saat berpidato didepan masyarakat pedesaan yang berpendidikan dasar atau mengengah yang tidak mengenyam pendidikan, kata atau istilah ilmiah tidak akan dapat dipahami oleh mereka. Akibatnya, informasi yang disampaikan tidak akan sampai kepada pendengar. Lebih baik menggunakan kata-kata yang populer dan mudah diterima kepada masyarakat tersebut. Contoh kata-kata ilmiah dan populer antara lain:
Kata Populer                                Kata Ilmiah
Anggun                                        feminim
Perkasa                                         maskulin
Rasa suka                                     simpati


d.      Menghindari jargon
Jargon adalah sejumlah istilah yang menandai dialek profesi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia istilah jargon diartikan sebagai kosakata khusus yang dipergunakan dibidang kehidupan (lingkungan) tertentu. Slang adalah kata-kata lama yang diberi makna baru. Contoh: cabut ‘pergi’, tancap ‘percepat atau perkencang’, dan sebagainya.

e.       Menghindari bahasa artifisial
Bahasa artifisial adalah bahasa yang disusun secara seni atau sastra. Pemakaian bahasa artifisial akan memudarkan pemahaman karena apa yang dimaksud dalam tulisan tidak ditampakkan secara jelas. Bahasa artifisial dibentuk seorang manusia secara sadar untuk mempermudah komunikasi dalam bentuk karya fiksi maupun khayalan. Agar kata-kata yang digunakan mempunyai makna yang berbeda dari kata yang sebenarnya.
Kesalahan dalam pemilihan diksi
Kelenturan dan kelihaian Tesaurus seringkali disalahgunakan secara berlebihan. Akibatnya, justru bukan cita rasa bahasa yang tinggi yang diperoleh, melainkan justru merusak keindahan bahasa baku. Untuk mengetahui apakah susunan kalimat maupun paragraf dengan bantuan Tesaurus menyalahi kaidah bahasa baku atau tidak, berikut kesalahan-kesalahan dalam memilih kata atau diksi.
1.      Menggunakan dua kata bersinonim dalam satu frase. Contoh : agar supaya, adalah merupakan, bagi untuk, dan lain-lain.
2.      Menggunakan kata tanya yang tidak menanyakan sesuatu: dimana, yang mana, mengapa, dan lain-lain.
3.      Menggunakan kata berpasangan yang tidak sepadan: tidak hanya, tetapi seharusnyatidak hanya, tetapi juga, bukan hanya.
4.      Menggunakan kata berpasangan secara idiometik yang tidak bersesuaian: sesuai bagi, seharusnya sesuai dengan, dan lain-lain
5.      Diksi atau kalimat kurang baik atau kurang santun. Beberapa kriteria yang masuk dalam kategori ini adalah:
a.       Menonjolkan akunya dalam suasana formal
b.      Pilihan kata yang mengekspresikan data secara subjektif
c.       Menggunakan kata yang tidak jelas maknanya
d.      Diksi tidak sesuai dengan situasi yang dihadapi

sumber
http://dedymonroe.wordpress.com/2011/12/20/contoh-kalimat-diksi/
http://eni-astuti.blogspot.com/2012/06/diksi.html

 


 

Minggu, 21 Oktober 2012

Tugas Bahasa Indonesia 1

Nama : Jayadi
Kelas : 3ka26
npm:19110647

1. A. Hakim, jaksa, dan terdakwa ada diruang sidang;pengacara dan saksi di berdemo di halaman.
    B. Hakim,jaksa dan terdakwa ada diruang sidang, pengacara dan saksi berdemo dihalaman.
 Jawaban: A
  Pada tanda baca titik koma menandakan untuk pemisah dua buah kalimat dengan kondisi yang sama . Sedangkan jika tanda koma seperti pada kalimat B hanya untuk menandakan pemisah kata dengan kondisi yg berbeda .

2. A. Kesalahan Andi pada bulan lalu telah dibenarkan. Ia diterima kembali oleh warga.
    B. Kesalahan Andi pada bulan lalu telah diperbaiki. Ia telah diterima oleh warga.

Jawaban: A
 Alasan: karena untuk kata "dibenarkan" lebih pantas dipergunakan pada objek sifat manusia. Sedangkan "diperbaiki" lebih pantas digunakan pada objek barang.

 3. A. Andi berkata kepada adiknya, "Hai Dik, Ibu memanggil kita".
     B. Presiden mengundang para gubernur untuk rapat koordinasi di Jakarta.

Jawaban: A
Alasan:huruf besar pada kata "Dik" menandakan panggilan. Untuk memanggil danam orang menggunakan huruf besar. Sedangkan pada kalimat B, kata "Gubernur" seharusnya menggunakan huruf kecil karena itu bukan kalimat panggilan melainkan hanya nama jabatan.

 4. A. Persamaan dihadapan hukum berlaku bagi semua warga negara Indonesia, asas persamaan dihadapan hukum tersebut telah diatur dalam UUD 1945.
    B. Persamaan dihadapan hukum berlaku bagi semua warga negara Indonesia. Asas persamaan dihadapan hukum tersebut telah diatur dalam UUD 1945.

 Jawaban: -
Alasan: Kedua kalimat boleh menggunakan titik ataupun koma asalkan kata "Persamaan dihadapan hukum" pada kalimat kedua dihapus supaya tidak terjadi pengulangan kalimat.

 5. A. Kerukunan antar warga merupakan sarat untuk terciptanya kedamaian bangsa.
     B. Sanksi terhadap pelanggaran hak azasi manusia telah diatur dalam UU RI No. 39 Tahun 1999.

Jawaban: -
Alasan: Kedua kalimat tidak benar. Pada kalimat A seharusnya kata sarat menjadi Syarat. Pada kalimat B, kata azasi seharusnya menjadi asasi.

Rabu, 27 Juni 2012

tulisan sosial


SOSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA





KELOMPOK 8
1.     FAHRI FEBRIAN (1210515)
2.     JAYADI (19110647)
3.     MUSTAFA (14110870) 
 4.     NURULITA ISTIANTI (15110224)


2KA26


UNIVERSITAS GUNADARMA
SISTEM INFORMASI 2011-2012